bacalah dengan kesungguhan hati

ini duniaku, ini mimpiku dan ini anganku

Saya, Tulisan, dan Adinda


Duhai adinda,

Sudah lama saya tak membuat tulisan tentang dirimu. Dan biarkan saya tetap menjadi pujangga. Selama saya bisa membuat pipimu memerah rona. Biarkan semua tulisan ini mewakili isi hati. Sampai nanti, diwaktu yang dinanti. Kamu tidak lagi memeluk semua tulisan. Tetapi, itu saya, yang akan kamu peluk.

Walau kita berjauhan, tapi saya tidak sendiri karena bayanganmu yang menemani setiap malam sepi ini. Hati ini selalu merindukanmu dan tak akan pernah ada yang lain.

Mungkin perlahan kamu akan mengetahui sifat-sifat dasar saya. Tapi saya yakin itu tak akan membuat kamu menjauh. Karena setiap perjalanan selalu ada lika-liku masalah.

Saya begitu nyaman bila kamu berada disisi. Setiap pertemuan dengan kamu dapat membuat saya semangat. Kamu memang bidadari senjaku, kamu memang lotus putih, dan kamu adalah pilihanku.

Saya telah membuat rencana masa depan bersama dirimu dalam benak ini. Semoga apa yang saya rencanakan ini mendapatkan ridho dari Allah swt. Saya tak banyak berharap denganmu, tapi saya yakin komitmen dapat kita pegang.

Ingatkah setiap pertemuan yang kita ciptakan? Semua menjadi kenangan indah untuk hari tua. Meski dalam setiap pertemuan, kita tak dapat mengabadikannya baik itu dalam photo atau apapun itu.

Coba kamu liat dompet saya? tak ada photo tentangmu di dalam dompet ini. Hal-hal inilah yang membuat saya begitu rindu denganmu..

Saya, tulisan, dan adinda.

06/04/2012 - Posted by | sebuah cerita harian

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: