bacalah dengan kesungguhan hati

ini duniaku, ini mimpiku dan ini anganku

Bekasi-Penjaringan


Sabtu, 3 Oktober 2009, Awalnya perjalanan yang sudah direncanakan hampir batal dikarenakan banyaknya kesibukan dari masing-masing. Tapi berbekal akan keberuntungan akhirnya terlaksana juga.

Pagi-pagi seperti biasa Citra mengatur strategi untuk hari ini, dia berjuta kali mengirim sms yang isinya rencana-rencana. Sesuai janji jam 10.30am saya ke Grafika ada acara halalbihalal dengan anak-anak dan alumni Rohis.

Dalam pertemuan itu diisi ceramah. Isinya yang dapat saya rangkum adalah seputar kehidupan remaja, bencana di tanah air, dan prosesi kiamat. Prosesi kiamat antara lain.

Kiamat insya Allah akan terjadi pada bulan Muharam di hari Jum’at (berdasarkan Hadist *maaf lupa), Tidak adanya adzan shubuh dikarenakan matahari tidak nampak selama satu minggu dan akan terbit dari sebeah barat. Waktu saat itu, pintu taubat masih dibuka. Setelah matahari terbit dari barat maka ditiuplah sasangkala pertama, dan gunung-gunung berterbangan sehingga menjadi kacau balau saat itu. Ibu-ibu yang sedang mengandung anak maka secara tiba-tiba melahirkan sendiri, semua sibuk dengan urusannya masing-masing. Disaat ini pintu taubat sudah ditutup.

Waktu jam 2.30pm telah beranjak, maka saya pun langsung ke rumah citra di jl. Jembatan tiga. Disana saya berjumpa dengan teman kampusnya yang saya sudah kenal di Facebook. Dia adalah Uni (Luisa Paskalistya Yusni). Kami saat itu menonton acara tv berupa kuis komedi.

Acara yang ditunggu-tunggu tiba,kalau tidak salah jam 4.00pm saya dan citra ke penjaringan menuju rumah Nuryani yang terletak dibelakang Polsek Penjaringan. Hahaha… betapa senangnya hati ini… Walau sempat tersasar akhirnya sampai juga ditempat tujuan. Rumahnya tidak kaya atau miskin menurut ukuran manusia. Tapi cukup lebar dan luas, yang saya bingungkan adalah banyak sekali penghuninya yang berlalu lalang, mungkin keluarga besar. Selama beberapa jam kita bertiga diisi dengan sesuatu yang diam kadang-kadang tertawa dengan kegilaannya citra. Seperti biasa kaleng minuman saya dibukakan kembali oleh nur karena memang saya tidak bisa (jadi teringat saat dia juga membukakan botol air mineral). Satu lagi, lengan kanan saya dicubit nur, sakit sekali sampai berwarna biru.

Jam 7.00pm, kami berpamitan dengan keluarganya dan langsung menuju kerumah “sob” Wito di Rusun Jembatan Tiga. Disana kami hanya sejam dikarenakan sudah malam. Pertemuaan kami dengan wito sekedar membahas pekerjaan, kuliah, php, sql, dsb.

Sebelum saya pulang ke Bekasi terlebih dahulu mempulangkan Citra. Jalanan menuju bekasi macet di berbagai titik, dikarenakan malam minggu. Kira-kira 1,5 jam jarak Jembatan tiga ke bekasi.

Cape dan lelah. Ehh, sejam setelah saya sampai rumah, ada sms dari nur yang isinya memperhatikan saya. hahahaha…..

04/10/2009 - Posted by | sebuah cerita harian

2 Komentar »

  1. ehmmm bintang senja yang inisialnya apa tuh

    Komentar oleh grayrose | 04/10/2009 | Balas

    • Namanya Nuryani

      Komentar oleh rahasiamawar | 08/10/2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: