bacalah dengan kesungguhan hati

ini duniaku, ini mimpiku dan ini anganku

2008 Juli


2008-07-04
Jum’at, 4 Juli 2008
Saya ke Pusat Perbelanjaan Senen bersama Nanda, Eva, Silvi, Wati, dan Besti.
Ternyata belanja pakaian sama cewe itu melelahkan dan membosankan karena banyak maunya, ya mau ini … ya mau itu.
Tujuan saya sih sebenarnya hanya untuk beli kemeja karena selama ini saya tidak punya kemeja.
Ketika sampai di salah satu kios pakaian kemeja untuk pria, langsung saja para wanita-wanita tersebut memilihkannya untuk saya.
Eva pilih ini, Nanda pilih itu, Wati dan Besti beserta Silvi juga ikut-ikutan memilihkan untuk saya.
Saya bingung harus pilih yang mana kemejanya, lalu pegawai toko bertanya “Ini pacar-pacarnya banyak banget?”
Lalu Wati bilang sambil bercanda “Ya iya lah dia suaminya dan kita-kita ini istrinya tau!”
“Udah mawar yang ini aja bagus kok, cocok!” kata mereka.
“Nama cowonya Mawar ya?” kata pegawai toko
“Bukan namanya Ardi, yang nama Mawar itu saya” Wati membalas
“Ooo ….”
Akhirnya wati dipanggil dengan sebutan Mawar oleh pegawai tokonya.
Setelah agak sore barulah kami keluar dari Pusat Perbelanjaan Senen. Kami menuju halte Busway Senen, ada kejadian yang lucu saat hendak naik kedalam bis.
Karena penumpangnya dibatasi untuk masuk kedalam bis, Eva memelas “Bang kasihan kami, karena teman yang lain sudah masuk dahulu.”
Sebab yang masih di halte adalah Eva, Besti dan Silvi. “Ya sudah masukin aja” kata supir busway kepada petugas pintu.
Akhirnya mereka masuk juga. Di dalam bis mereka masih ngobrol ga karuan hingga penumpang cowo yang duduk disebelah saya pindah kebelakang.
“Tadi kata sopirnya bilang, ya udah masukin aja, seperti nyuruh masukin kambing aja …” kata wati ngeledek Eva
“Iya tau tuh abangnya ga kasihan sama kita-kita ini”
Halte Pademangan adalah tujuan kami, setelah sampai kami turun dan menuju WTC Mangga Dua. Dan disana ketemu Nunki yang sebelumnya sudah janjian ama Eva.
Kebetulan disana ada festival Jepang, kalau soal Jepang jadi ingat Ain (temannya Eva) dia suka banget ama yang berbau Jepang. Ya sudah lihat sebentar, di plataran WTC hanya Festival Makanan Jepang dan untuk Manga (komik Jepang) ada didalam WTC.
Rencananya kami cari makan, tapi terlebih dahulu kami ke WC (ada yang kebelet pipis). Saya, Eva, dan Silvi nunggu diluar, duduk-duduk dilantai sambil memrapikan pakaian yang baru dibeli (persis lagi mengobral pakaian).
Karena tak ada tempat makan yang dinilai asik, kami pindah ke Mangga Dua Square. Akhirnya kami makan di Es Teler 77, semuanya pada pesan nasi goreng kecuali Nanda yang pesan yang berbeda. Ketika turun dan hendak keluar tiba-tiba ada badut maskot Mangga Dua Square mendekati Besti. Besti pun spontan takut dan kami semua mendorong-dorong besti agar lebih dekat dengan badut tersebut.
Nanda, Silvi, Wati, dan Besti ke Stasiun Kota karena mengantarkan Silvi dahulu ke Halte Busway Kota. Saya berpisah dengan Eva, karena dia dan Nunki masih ingin menikmati sausana Jepang di WTC sedangkan saya langsung ke stasiun Kampung Bandan dan menuju Kota dengan KRL dari Tangerang. Setelah sampai Kota ketemu fikri (orang paling ga jelas) janjian berangkat bareng untuk besok.
Setelah itu ketemu Wati, Nanda, dan Besti lagi yang habis sholat magrib. Kalau saya berada di kereta Tangerang yang teringat dalam benak hanya Rahma seorang, perempuan yang saya sukai hingga banyak tulisan-tulisanku yang memuat tentang Rahma.
Saya pulang naik KRL di jalur 4 tujuan Bekasi dan di Kampung Bandan saya tidak bertemu Eva, mungkin dia naik kereta terakhir.

2008-07-05
Sabtu, 5 Juli 2008
Pagi-pagi benar saya harus pergi karena mesti ke rumah Firdaus (Daus) di depok, tapi sebelumnya saya sudah janjian bernagkat bareng Fikri di Kota. Eh, ternyata dia sudah duluan. Akhirnya saya naik KRL tujuan Bogor dan turun si Stasiun UI (Universitas Indonesia). Jadi ingat masa-masa saat di Pusgrafin, jadi ingat sama Eka Widyastuti, Selastio Fadli, Septo, Ivan, Pian, dan yang lainnya.
Di Stasiun UI, Fikri dan pacarnya Citra sudah menunggu. Katanya sudah lama nunggu malah sudah ngopi lagi …
Langsung saja kami bertiga naik angkot yang ke rumah Daus hingga tiga kali ganti. Di angkot saya seperti kambing congek disuruh bawa kardus kue Bronis pesanan dari Eron, sedangkan mereka berdua ngobrol asik banget. jadi iri … tapi mereka terutama Fikri tidak tau bagaimana perasaan saya, padahal cewe yang saya suka hanya Rahma yang rumahnya dekat dengan rumah Fikri. Dia sudah janji kepada saya untuk bermain kerumah Rahma, tapi selalu ada saja halangan dan rintangan.
Sekitar jam 11.00 rombongan berikutnya datang yaitu Nanda, Besti, Dini, Eron, Hendrik, dan Qodri. Seharian di rumah Daus hanya pada cerita dan bercanda. Tapi di sisi lain Nanda bercerita kepada saya saja tentang percintaannya yang bisa dikatakan kandas sebab dia menaruh cinta kepada seorang robot, manusia yang tidak punya perasaan dan hati. Dia cerita panjang lebar, berawal dari mimpi bahwa cewe kampus namanya Santi suka sama Robot (saya sebut saja dengan nama ini karena lebih pantas) dan dia menghiraukan Nanda. Lalu besoknya Nanda lihat Santi ngobrol bareng sama Robot, dan ternyata mimpinya itu menjadi kenyataan. Tapi saya berpendapat mungkin Santi akan bernasib sama seperti Nanda …
Sorenya kami pulang dan perjalanan menuju Stasiun UI ternyata padat merayap. Meskipun lama akhirnya tiba di UI tapi sebelumnya ada rencana naik AC Ekonomi tapi karena macet kami ketinggalan yang secara tak kebetulan keretanya terlintas didepan mata. Akhirnya naik KRL Ekonomi juga, inginnya bisa istirahat di AC Ekonomi malah harus berdiri di kereta Ekonomi.

2008-07-06
Minggu, 6 Juli 2008
Hari ini saya dirumah saja untuk istirahat karena dua hari yang lalu saya berputar-putar kesana kemari. Ada rencana kerumah Ian, sahabat SFC (Sherina Fans Club) karena seminggu yang lalu dia sudah mengajak saya jalan-jalan ke ITC Cipulir untuk mencari tahu dimana keberadaan pacarnya sebab seharian ditelpon tidak di jawab.

2008-07-07
Senin, 7 Juli 2008
Ke kampus untuk mengerjakan tugas SQL bersama yang lainnya, sebab besok adalah hari terakhir dikumpulkan. Ternyata hari terakhir pengumpulannya diundur hingga Jum’at, karena anak-anak pada malas mengerjakannya hari ini saya juga jadi ikutan malas.

2008-07-08
Selasa, 8 Juli 2008
saya terlebih dahulu kerumah Amin untuk mengerjakan tugas SQL. Iseng-iseng saya SMS Nanda untuk menanyakan tugas tersebut dan ternyata Nanda tidak ke kampus karena dia sakit. Saya tidak tahu secara pasti apa yang menyebabkan dia sakit, mungkin karena kelelahan sebab hari Jum’at belanja di Senen, Sabtu dia bersama saya ke rumah Daus, Minggunya masak untuk teman adiknya karena orang tuanya pergi ke Bima, dan hari Senin dia mengajar Kumon dari siang sampai malam. Atau lantaran memikirkan Robot … ehmm untuk yang itu saya tidak mengetahuinya. Pulangnya ketemu Sherly (anak semester dibawahku) dan pulang bareng dengannya.

2008-07-09
Rabu, 9 Juli 2008
Di kampus ada Ujian Matakuliah Utama (UMU) yang mewajibkan semua mahasiswanya untuk mengenakan kemeja putih dan celana panjang sedangkan untuk wanitanya mengenakan rok hitam. Saya melihat Nanda yang sepertinya sudah agak membaik. Seperti biasa saya mengantarkan Nanda dan yang lainnya hingga ke gerbong kereta Tangerang dan terus berharap agar dapat berjumpa dengan Rahma. Saya turun di Kampung Bandan dan ternyata bareng lagi dengan Sherly yang turun di Sentiong. Malamnya saya kerumah Pak Budi untuk memberantas virus Amburadul, virus tersebut hanya menyerang file dengan ekstensialnya JPEG yang di ubah jadi exe sehingga untuk file tersebut tidak bisa dibuka. Hal ini mendadak karena sebelumnya saya tidak diberitahukan dan disuruh bapakku ketika sudah sampai di parkiran penitipan motor. Ya sudah akhirnya gagal tapi saya menjanjikan bahwa hari sabtu saya akan kembali.

2008-07-10
Kamis, 10 Juli 2008
Masih berurusan dengan tugas SQL dan buat janji sama Amin ke Bekasi untuk memberantas virus tersebut.

2008-07-11
Jum’at, 11 Juli 2008
Hingga hari terakhir pengumpulan tugas, saya belum juga menyelesaikannya. Seperti biasa saya mengerjakannya dirumah Amin. Bhirawa juga datang sekitar jam 10.30 yang berjanji kepadaku untuk datang jam 8 pagi. Sehabis Sholat Jum’at kami berngakat ke kampus. Di kampus bertemu Nanda yang terakhir kali sebab besoknya sampai hari pertama masuk kuliah Nanda tidak ke kampus lagi. Saya beserta yang lainnya sibuk menegerjakan tugas dan akhirnya selesai meskipun tidak maksimal.
Akhirnya saya dan Bhirawa nongkrong di Beos (sebutan Stasiun Kota) sebab kami sudah lama tidak nongkrong lagi. Dalam hal ini kami bebas membicarakan apa saja mulai dari politik, buku, hingga perempuan terlebih soal Rahma. Tak disengaja kami melihat Eron yang katanya habis dari Matraman. Karena sudah sore saya berpisah dengan Bhirawa, dan ketemu lagi dengan Sherly. Kami naik kereta patas Purwakarta sebab KRL nya belum tiba juga.

2008-07-12
Sabtu, 12 Juli 2008
Pagi-pagi kerumah Amin untuk menjemputnya ke Bekasi. Sekitar jam 11 siang kami jalan, kami naik dari Stasiun Kampung Bandan dan lagi-lagi bertemu Eron yang mengaku habis dari Matraman. Akhirnya kami naik KRL yang jam 12.50 keretanya sepi dan kami bia duduk.
Sebelum sampai di rumah Pak Budi motorku ada sedikit masalah, “Ngga motor lu, ngga motornya Rahman. Setiap gue naikin selalu aja mogok” ujar Amin. Akhirnya sampai juga sekitar pukul 14.15 dan langsung berkutat pada komputer. Seharusnya kami bisa pulang pada jam 7 malam tapi karena kesalahan Amin, virus tersebut kembali menyerang kembali dan terpaksa langkah yang sudah di tempuh kini harus di ulangi. Untuk mengisi waktu sengga dan menyejukkan mata, saya duduk santai di plataran atas sambil SMS dengan Nanda yang berisi:
“Nanda apa kabar, gimana si BJG udah lupa blom?”. BJG adalah panggilan untuk si robot tersebut.
lalu dibalas “Udah jangan bicara tentang BJG gw udah muak, lagi dimana lu?”
“Ya sudah, saya lg di rumah teman sama amin benerin pc. Salam ya buat Rahma”
“Jangan beraninya cuma salam2 doang datang dong kerumahnya?” begitulah Nanda membalasnya
“Ok saya maen ke TNG ke rumah u lalu ke rumah Rahma?”.
Dan di balas “Boleh aja tapi sebaiknya lu sama fikri aja, secara dia kan yang ngenalin lu ama Rahma.”
“Saya sebal sama fikri, dia ga ngerti keinginan saya”
Dan saya kembali menemani Amin untuk melihatnya dan memberi sedikit masukan
kemudian Nanda SMS “Udah ya gw mau bobo nih”, lalu saya balas “Selamat bobo semoga mimpi indah malam ini”
Jam menunjukan pukul 10.30 dan semua kerjaan telah selesai, akhirnya kami pulang kerumah.
Setelah tiba dirumah saya, Amin masih saya suruh untuk menginstal OS karena bermasalah. Kami berdua tidur pukul 01.00.

2008-07-13
Minggu, 13 Juli 2008
Pagi harinya saya ajak Amin jalan-jalan ke danau Duta Harapan, disana kami hanya berputar mengelilingi danau dan melihat-lihat cewe. Di perjalanan sebelum pulang kerumah kami meliahat terlebih dahulu pemotongan sapi.
Sampai dirumah kami makan nasi goreng yang telah tersediakan, dan tidak lama kemudian kamipun tertidur. Pada pukul 11 siang kami bangun lalu mandi dan bergegas untuk bernagkat ke Cibitung, tapi sebelumnya kami makan siang dahulu. Sampai di Stasiun Bekasi pukul 12.00 dan kami sholat di Masjid hijau depan RSUD Kota Bekasi. Setelah sholat kami naik kendaraan ELF menuju Cibitung dengan tarif Rp. 4.000. Kami pun turun di Ramayana Cibitung dan menanyakan kepada warga setempat dengan patokan Masjid Andini, kamipun menurut saja katika diberitahukan. Kami berjalan jauh sekali hingga melewati peternakan sapi dan kerbau, bau kotorannya pun menyengat hidung. Ada hal yang aneh dan langka, kami melihat bangkai sapi yang terkapar begitu saja hingga dikerumuni oleh lalat mungkin sapi tersebut mati tertabrak oleh Truk penganggkut sapi. Kami pun bingung harga daging sapi sekilo saja mahal kok sampai ada sapi yang sebesar itu tergeletak tak bernyawa.
Ternyata kami tak menemukan dimana rumah temannya Amin, akhirnya ditelpon bahwa tempat kami berada itu terlewat jauh dan dia mendatangi kami. Tiba juga di rumahnya, selama 2 jam Amin dan kawannya yang berjenis kelamin perempuan saling bernostalgia tentang masa-masanya di Salatiga. Saya pun diam saja. Kami pulang dengan jalan yang berbeda tapi sebelumnya kami sholat di Masjid Andini. Jalan tersebut ternyata lebih dekat dan berada di samping Hino (Pabrik pembuat Bis merk Hino), dari tempat tersebut terlihat Ramayana yang begitu dekat. Kami pun naik ELF menuju Bekasi dan Amin pulang naik kereta dari Stasiun Bekasi.

2008-07-14
Senin, 14 Juli 2008
Ada kerjaan lay-out buku “Keajaiban Cinta Burung Rantau”

2008-07-15
Selasa, 15 Juli 2008
Seharian mengetik buku “Kabar dari Kaki Gunung Leuser”

2008-07-16
Rabu, 16 Juli 2008
Masih dengan mengetik buku “Kabar dari Kaki Gunung Leuser” yang kemarin telah selesai saya ketik setengahnya.

2008-07-17
Kamis, 17 Juli 2008
Sekarang setelah semua ketikan tersebut selesai kini saatnya lay-out buku tersebut.

2008-07-18
Jum’at, 18 Juli 2008
Kerumah amin bawa pc karena sedikit bermasalah dan ada rencana beli mainboard baru beserta RAM 1 Gb. Berhubung Amin ingin pergi bersama Goni ke Cirebon rencana saya tidak jadi. Mereka pun berangkat dan saya sendirian di rumahnya, tak lama kemudian Bhirawa datang menemani hingga sore saja. Kipas prosesornya saya bawa atas usul Bhirawa dan saya pulankan pada hari senin.

2008-07-19
Sabtu, 19 Juli 2008
Masih sedikit memperbaiki lay-out “Keajaiban Cinta Burung Rantau” kemudian di print bersamaan pula dengan “Kabar dari Kaki Gunung Leuser”

2008-07-20
Minggu, 20 Juli 2008
Pengajian remaja di masjid Darussalam membahas tentang Menyelami Makna Ketuhanan

2008-07-21
Senin, 21 Juli 2008
Ke rumah Amin mengembalikan kipas prosesornya sambil bawa pc. Saya beli Mainboard, RAM 1 Gb, VGA Card, dan kipas prosessor seharga Rp. 600.000.
Siangnya Bhirawa datang ketika kami sedang menginstal OS. Sorenya kami bertiga ke Harco Mangga Dua mencari PC dengan spesifikasi minim yaitu Pentium 3 untuk pesanannya Bhirawa. Kira-kira jam 18.30 kami ketempat Amin dengan naik Taksi karena membawa barang yang banyak sekali. Disebabkan rumahnya tak bisa di lalui oleh kendaraan maka kami turun. Amin membawa Cassing dan komponen lainnya. saya memanggul meja komputer yang belum dirakit, wuhhh … berat banget. Bhirawa menenteng Monitor, di sebabkan luas monitor lebih lebar dari pada meja komputer yang berbentuk persegi panjang maka bhirawa pun terengah-engah membawanya, hahaha….
Saya pulang  pukul 19.15 karena harus menginstal pentim 3 tersebut dahulu, saya pulang dari Stasiun Kota naik AC Ekonomi jam 20.00 dengan membawa PC. Didalam gerbong terdengar alunan musik Andara & Backbone dengan judul Sempurna. Begini liriknya
Kau begitu sempurna dimataku kau begitu indah, kau membuat diriku hanya untuk memujamu…
Jadi semakin ingat Rahma yang saya cintai….

2008-07-22
Selasa, 22 Juli 2008
Dirumah mencoba Mainboard baru, malamnya Alex menelpon yang ingin beli VGA Card dengan harga Rp. 150.000 tapi saya minta dengan harga Rp. 200.000. Maklum tawar menawar dahulu.

2008-07-23
Rabu, 23 Juli 2008
Ke kampus dan bertemu Alex untuk berbicara lebih lanjut tentang pembelian VGA Card tersebut.

2008-07-24
Kamis, 24 Juli 2008
Akhirnya saya jual dengan harga Rp. 150.000 kepada Alex.

13/10/2008 - Posted by | sebuah cerita harian

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: