bacalah dengan kesungguhan hati

ini duniaku, ini mimpiku dan ini anganku

Salahkah saya merindukanmu?

Saya pasti salah karena telah merindukanmu
Saya merasa berdosa karena mencintaimu

Bertubi-tubi gerak tingkahmu membuat saya tersenyum ketika membayangkan kembali.
Berjuta perkataanmu membekas jelas dibenak saya.

Saya memang tak berati untukmu
Saya mungkin tak mempunyai makna dihatimu.

Saya tak akan pernah mendapat rindumu
Saya tak bisa memperoleh cintamu

Tapi,
Kamu penyemangat hidupku.
Begitulah arti hadirmu..

Teruntuk bintang senja

Oktober 20, 2009 Ditulis oleh rahasiamawar | sebuah cerita harian | | 1 Komentar

Cara menggali potensi diri

Rafael Solano seorang penggali tambang sudah merasa putus asa. Karena telah berbulan-bulan gagal dan telah 999.999 kali menguji batuan lunak di antara batu cadas dari sebuah sungai kering tanpa hasil.

Akhirnya ia memutuskan untuk pulang dengan tangan hampa, namun ia berhenti sekali lagi dan berusaha mencoba untuk kesejuta kalinya. Apa hasilnya Dari sebongkah batuan yang tampak tak berharga ia menemukan berlian terbesar dan paling cemerlang di dunia yang dikenal sebagai The Liberator.

Demikian halnya dengan potensi diri kita, ia serupa permata yang harus digali, dicari, ditemukan, dan diasah hingga berkilau. Hingga bakapotensi yang kita miliki dapat dikembangkan. Namun pada kenyataannya mengapa seringkali kita sulit menggali potensi diri?

PENYEBABNYA

1. Merasa tidak percaya diri.
Rupanya masalah rasa percaya diri sudah menjadi permasalahan klasik di semua lapisan masyarakat. Komentar seperti “Aduh, aku rasanya nggak Pe De banget”, atau yang populer sekarang “Pe De aja lagi” sering kita dengar, baik dari kalangan pebisnis, profesi, ibu-ibu rumah tangga maupun anak-anak sekolahan. Mengapa? Karena rasa percaya diri membuat kita menjadi ragu-ragu dan terhambat melakukan aktivitas secara maksimal. Kita bisa menjadi tidak percaya diri karena ketidaktahuan, tidak pengalaman, trauma atau karena persepsi negatif dan sikap pesimis.

2. Suka menunda.

“oh.., belum ada kesempatan.” atau “Oh ya, nanti cari waktu yang baik…” Rasanya kita begitu sering mengulur waktu dan beralasan untuk menunda mengerjakan sesuatu. Entah karena rasa takut, malas atau karena sikap yang pasif, kita lebih cenderung melihat pada faktor resiko daripada profit, pada konsekuensinya daripada prestasi yang diraih. Akhirnya kita tertinggal dan kehilangan peluang.

3. Tidak pernah berlatih.

Seekor rajawali muda akhirnya bisa terbang tinggi dan mampu melintasi badai, karena ia dilatih dengan tekun oleh induknya. Begitu juga dengan kita. Tidak seorang pun menjadi ahli dan mahir secara otomatis atau secara tiba-tiba. Kita mungkin bisa bermimpi dan memiliki banyak ide, tapi jangan berharap kita langsung menjadi seorang ahli ketika terbangun. Pengalaman berhasil atau gagal adalah seperti latihan. Pengalaman akan mengasah potensi kita. Tanpa latihan yang konsisten, kita sulit mencapai prestasi optimal.

SOLUSI YANG BISA DILAKUKAN

1. Persepsi yang benar tentang kegagalan.

Potensi yang terpendam bisa menjadi suatu kompetensi yang andal, jika kita memiliki cukup keberanian untuk memulai bertindak dan mencoba. Seperti proses seorang anak yang mulai belajar berjalan, terjatuh lalu bangun lagi itu sudah biasa. Dengan menyediakan ruang gagal bagi diri pribadi, kita dapat memandang kegagalan sebagai ibu keberhasilan.

2. Temukan peluang yang tepat.

Bagaimana caranya? Kalaupun ada apakah itu bisa cocok untuk kita? Pada saat ini, dengan tinggkat kompetisi yang berat, sulit menemukan peluang dalam bentuk yang “nyaman”. Seringkali peluang datang dalam wujud penuh tantangan, berisiko, dan menuntut suatu keberanian. Namun tidak jarang semakin tinggi risikonyasemakin besar pula peluangnya. Kita dapat menemukan peluang yang tepat jika kita mengetahui apa bakat dan minat yang kita miliki. Dengan sedikit kretivitas dan keberniaan, kita dapat meraih dan memanfaatkan peluang itu.

3. Bangkitkan motivasi menimba pengalaman.

Ada banyak alasan seseorang ketika melakukan sesuatu. Ada yang hanya sekedar coba-coba, iseng atau karena tidak ada pekerjaan lain. Apa pun itu, asalkan kemudian dilakukan dengan motivasi dan cara yang benar pasti memberi pengalaman yang sangat berharga bagi kita. Pengalaman adalah guru yang terbaik. Pengalaman akan mengasah keahlian dan akhirnya mengembangkan potensi kita secara maksimal.

UNTUK DIRENUNGKAN

Kegagalan dalam latihan adalah batu asah bagi keberhasilan, namun gagal berlatih merupakan bencana masa depan.

Oktober 8, 2009 Ditulis oleh rahasiamawar | sebuah cerita harian | | No Comments Yet

Bekasi-Penjaringan

Sabtu, 3 Oktober 2009, Awalnya perjalanan yang sudah direncanakan hampir batal dikarenakan banyaknya kesibukan dari masing-masing. Tapi berbekal akan keberuntungan akhirnya terlaksana juga.

Pagi-pagi seperti biasa Citra mengatur strategi untuk hari ini, dia berjuta kali mengirim sms yang isinya rencana-rencana. Sesuai janji jam 10.30am saya ke Grafika ada acara halalbihalal dengan anak-anak dan alumni Rohis.

Dalam pertemuan itu diisi ceramah. Isinya yang dapat saya rangkum adalah seputar kehidupan remaja, bencana di tanah air, dan prosesi kiamat. Prosesi kiamat antara lain.

Kiamat insya Allah akan terjadi pada bulan Muharam di hari Jum’at (berdasarkan Hadist *maaf lupa), Tidak adanya adzan shubuh dikarenakan matahari tidak nampak selama satu minggu dan akan terbit dari sebeah barat. Waktu saat itu, pintu taubat masih dibuka. Setelah matahari terbit dari barat maka ditiuplah sasangkala pertama, dan gunung-gunung berterbangan sehingga menjadi kacau balau saat itu. Ibu-ibu yang sedang mengandung anak maka secara tiba-tiba melahirkan sendiri, semua sibuk dengan urusannya masing-masing. Disaat ini pintu taubat sudah ditutup.

Waktu jam 2.30pm telah beranjak, maka saya pun langsung ke rumah citra di jl. Jembatan tiga. Disana saya berjumpa dengan teman kampusnya yang saya sudah kenal di Facebook. Dia adalah Uni (Luisa Paskalistya Yusni). Kami saat itu menonton acara tv berupa kuis komedi.

Acara yang ditunggu-tunggu tiba,kalau tidak salah jam 4.00pm saya dan citra ke penjaringan menuju rumah Nuryani yang terletak dibelakang Polsek Penjaringan. Hahaha… betapa senangnya hati ini… Walau sempat tersasar akhirnya sampai juga ditempat tujuan. Rumahnya tidak kaya atau miskin menurut ukuran manusia. Tapi cukup lebar dan luas, yang saya bingungkan adalah banyak sekali penghuninya yang berlalu lalang, mungkin keluarga besar. Selama beberapa jam kita bertiga diisi dengan sesuatu yang diam kadang-kadang tertawa dengan kegilaannya citra. Seperti biasa kaleng minuman saya dibukakan kembali oleh nur karena memang saya tidak bisa (jadi teringat saat dia juga membukakan botol air mineral). Satu lagi, lengan kanan saya dicubit nur, sakit sekali sampai berwarna biru.

Jam 7.00pm, kami berpamitan dengan keluarganya dan langsung menuju kerumah “sob” Wito di Rusun Jembatan Tiga. Disana kami hanya sejam dikarenakan sudah malam. Pertemuaan kami dengan wito sekedar membahas pekerjaan, kuliah, php, sql, dsb.

Sebelum saya pulang ke Bekasi terlebih dahulu mempulangkan Citra. Jalanan menuju bekasi macet di berbagai titik, dikarenakan malam minggu. Kira-kira 1,5 jam jarak Jembatan tiga ke bekasi.

Cape dan lelah. Ehh, sejam setelah saya sampai rumah, ada sms dari nur yang isinya memperhatikan saya. hahahaha…..

Oktober 4, 2009 Ditulis oleh rahasiamawar | sebuah cerita harian | | & Komentar

Hati

Eva pernah mengirimkan tulisan kepada saya atas balasan puisi saya yaitu Bintang Senja di catatan Facebook, yaitu:

Rindu dan keindahan nyata dipelupuk mata
saat harap hadir beserta jeritan cinta
aku katakan aku mencintai-NYA

segenap malam segenap siang
DIA ada
dan aku mencintai serta merindukan-NYA
DIA selalu ada

walau terkadang
tak pernah membuat-NYA ada

aku mencintai-NYA

(Makna dari DIA dan -NYA adalah Allah swt)

Lantas saya balas pada dinding FB-nya Eva, yaitu

Jiwa lama tak akan hilang tapi akan abadi di hati saya… Dan jiwa baru akan menggantikan sosok jiwa lama…

Lantas dia membantah dengan tulisannya

Seluruh jiwa tak pernah saling mengganti tapi saling mengisi, jiwa lama ataupun baru mereka punya bagiannya masing-masing..karena hati bukanlah pembeda karena dialah satu2nya bagian tubuh yang tak pernah berdusta. Seribu kalimatpun tak sanggup untuk memuji betapa luasnya hati.

Bahkan seorang Kahlil Gibran betapa memuja Hati Selma, sehingga ia tau benar bagaimana harus memposisikan Selma, Logika dan hatinya itu sendiri.

Beruntunglah orang-orang yang dapat berdamai dengan hati, Karena ALLAH menciptakannya begitu indah dan berposisi tepat

Karena ketika kita sedih…kita memegang dada kita, Tapi ketika kita senang tanpa dipegang bibir kita dapat terseyum dan bahagia.

Tandanya, hati hanya ingin menyimpan kesedihannya sendiri, sedang ketika ia bahagia ia membaginya.

Tulisan ini adalah percakapan di FB yang kemudian eva juga mendokumentasikan di blognya

Oktober 4, 2009 Ditulis oleh rahasiamawar | sebuah cerita harian | | No Comments Yet

Batikku udah diresmikan

Alhamdulillah batik sudah dipatenkan atau diresmikan oleh UNESCO sebagai aset berharga bangsa Indonesia untuk warisan budaya asli Indonesia. Semoga kedepannya budaya-budaya Indonesia yang melimpah ruah dari ujung sabang sampai merauke juga menyusul ikut diresmikan. Agar bangsa lain tak mengakui sebagai bangsanya terutama MALINGSIA (Malaysia). Lihat saja sudah berapa yang diklaim tapi untungnya seluruh rakya Indonesia bergerak untuk MENGGANYANG si MALINGSIA.

Bapak presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, telah menganjurkan pada tanggal 2 oktober 2009 untuk memakai batik. Alhasil dijalan, diperkantoran, dimedia pertelevisian, dsb banyak yang memakai. Berharap saja batik tak hanya di pakai setiap2 oktober saja tapi setiap harinya. Agar menimbulkan kebanggaan sekaligus meningkatkan rasa nasionalis bangsa Indonesia.

Cintai produk dalam negeri…

Oktober 2, 2009 Ditulis oleh rahasiamawar | sebuah cerita harian | | No Comments Yet

2008 Juli

2008-07-04
Jum’at, 4 Juli 2008
Saya ke Pusat Perbelanjaan Senen bersama Nanda, Eva, Silvi, Wati, dan Besti.
Ternyata belanja pakaian sama cewe itu melelahkan dan membosankan karena banyak maunya, ya mau ini … ya mau itu.
Tujuan saya sih sebenarnya hanya untuk beli kemeja karena selama ini saya tidak punya kemeja.
Ketika sampai di salah satu kios pakaian kemeja untuk pria, langsung saja para wanita-wanita tersebut memilihkannya untuk saya.
Eva pilih ini, Nanda pilih itu, Wati dan Besti beserta Silvi juga ikut-ikutan memilihkan untuk saya.
Saya bingung harus pilih yang mana kemejanya, lalu pegawai toko bertanya “Ini pacar-pacarnya banyak banget?”
Lalu Wati bilang sambil bercanda “Ya iya lah dia suaminya dan kita-kita ini istrinya tau!”
“Udah mawar yang ini aja bagus kok, cocok!” kata mereka.
“Nama cowonya Mawar ya?” kata pegawai toko
“Bukan namanya Ardi, yang nama Mawar itu saya” Wati membalas
“Ooo ….”
Akhirnya wati dipanggil dengan sebutan Mawar oleh pegawai tokonya.
Setelah agak sore barulah kami keluar dari Pusat Perbelanjaan Senen. Kami menuju halte Busway Senen, ada kejadian yang lucu saat hendak naik kedalam bis.
Karena penumpangnya dibatasi untuk masuk kedalam bis, Eva memelas “Bang kasihan kami, karena teman yang lain sudah masuk dahulu.”
Sebab yang masih di halte adalah Eva, Besti dan Silvi. “Ya sudah masukin aja” kata supir busway kepada petugas pintu.
Akhirnya mereka masuk juga. Di dalam bis mereka masih ngobrol ga karuan hingga penumpang cowo yang duduk disebelah saya pindah kebelakang.
“Tadi kata sopirnya bilang, ya udah masukin aja, seperti nyuruh masukin kambing aja …” kata wati ngeledek Eva
“Iya tau tuh abangnya ga kasihan sama kita-kita ini”
Halte Pademangan adalah tujuan kami, setelah sampai kami turun dan menuju WTC Mangga Dua. Dan disana ketemu Nunki yang sebelumnya sudah janjian ama Eva.
Kebetulan disana ada festival Jepang, kalau soal Jepang jadi ingat Ain (temannya Eva) dia suka banget ama yang berbau Jepang. Ya sudah lihat sebentar, di plataran WTC hanya Festival Makanan Jepang dan untuk Manga (komik Jepang) ada didalam WTC.
Rencananya kami cari makan, tapi terlebih dahulu kami ke WC (ada yang kebelet pipis). Saya, Eva, dan Silvi nunggu diluar, duduk-duduk dilantai sambil memrapikan pakaian yang baru dibeli (persis lagi mengobral pakaian).
Karena tak ada tempat makan yang dinilai asik, kami pindah ke Mangga Dua Square. Akhirnya kami makan di Es Teler 77, semuanya pada pesan nasi goreng kecuali Nanda yang pesan yang berbeda. Ketika turun dan hendak keluar tiba-tiba ada badut maskot Mangga Dua Square mendekati Besti. Besti pun spontan takut dan kami semua mendorong-dorong besti agar lebih dekat dengan badut tersebut.
Nanda, Silvi, Wati, dan Besti ke Stasiun Kota karena mengantarkan Silvi dahulu ke Halte Busway Kota. Saya berpisah dengan Eva, karena dia dan Nunki masih ingin menikmati sausana Jepang di WTC sedangkan saya langsung ke stasiun Kampung Bandan dan menuju Kota dengan KRL dari Tangerang. Setelah sampai Kota ketemu fikri (orang paling ga jelas) janjian berangkat bareng untuk besok.
Setelah itu ketemu Wati, Nanda, dan Besti lagi yang habis sholat magrib. Kalau saya berada di kereta Tangerang yang teringat dalam benak hanya Rahma seorang, perempuan yang saya sukai hingga banyak tulisan-tulisanku yang memuat tentang Rahma.
Saya pulang naik KRL di jalur 4 tujuan Bekasi dan di Kampung Bandan saya tidak bertemu Eva, mungkin dia naik kereta terakhir.

2008-07-05
Sabtu, 5 Juli 2008
Pagi-pagi benar saya harus pergi karena mesti ke rumah Firdaus (Daus) di depok, tapi sebelumnya saya sudah janjian bernagkat bareng Fikri di Kota. Eh, ternyata dia sudah duluan. Akhirnya saya naik KRL tujuan Bogor dan turun si Stasiun UI (Universitas Indonesia). Jadi ingat masa-masa saat di Pusgrafin, jadi ingat sama Eka Widyastuti, Selastio Fadli, Septo, Ivan, Pian, dan yang lainnya.
Di Stasiun UI, Fikri dan pacarnya Citra sudah menunggu. Katanya sudah lama nunggu malah sudah ngopi lagi …
Langsung saja kami bertiga naik angkot yang ke rumah Daus hingga tiga kali ganti. Di angkot saya seperti kambing congek disuruh bawa kardus kue Bronis pesanan dari Eron, sedangkan mereka berdua ngobrol asik banget. jadi iri … tapi mereka terutama Fikri tidak tau bagaimana perasaan saya, padahal cewe yang saya suka hanya Rahma yang rumahnya dekat dengan rumah Fikri. Dia sudah janji kepada saya untuk bermain kerumah Rahma, tapi selalu ada saja halangan dan rintangan.
Sekitar jam 11.00 rombongan berikutnya datang yaitu Nanda, Besti, Dini, Eron, Hendrik, dan Qodri. Seharian di rumah Daus hanya pada cerita dan bercanda. Tapi di sisi lain Nanda bercerita kepada saya saja tentang percintaannya yang bisa dikatakan kandas sebab dia menaruh cinta kepada seorang robot, manusia yang tidak punya perasaan dan hati. Dia cerita panjang lebar, berawal dari mimpi bahwa cewe kampus namanya Santi suka sama Robot (saya sebut saja dengan nama ini karena lebih pantas) dan dia menghiraukan Nanda. Lalu besoknya Nanda lihat Santi ngobrol bareng sama Robot, dan ternyata mimpinya itu menjadi kenyataan. Tapi saya berpendapat mungkin Santi akan bernasib sama seperti Nanda …
Sorenya kami pulang dan perjalanan menuju Stasiun UI ternyata padat merayap. Meskipun lama akhirnya tiba di UI tapi sebelumnya ada rencana naik AC Ekonomi tapi karena macet kami ketinggalan yang secara tak kebetulan keretanya terlintas didepan mata. Akhirnya naik KRL Ekonomi juga, inginnya bisa istirahat di AC Ekonomi malah harus berdiri di kereta Ekonomi.

2008-07-06
Minggu, 6 Juli 2008
Hari ini saya dirumah saja untuk istirahat karena dua hari yang lalu saya berputar-putar kesana kemari. Ada rencana kerumah Ian, sahabat SFC (Sherina Fans Club) karena seminggu yang lalu dia sudah mengajak saya jalan-jalan ke ITC Cipulir untuk mencari tahu dimana keberadaan pacarnya sebab seharian ditelpon tidak di jawab.

2008-07-07
Senin, 7 Juli 2008
Ke kampus untuk mengerjakan tugas SQL bersama yang lainnya, sebab besok adalah hari terakhir dikumpulkan. Ternyata hari terakhir pengumpulannya diundur hingga Jum’at, karena anak-anak pada malas mengerjakannya hari ini saya juga jadi ikutan malas.

2008-07-08
Selasa, 8 Juli 2008
saya terlebih dahulu kerumah Amin untuk mengerjakan tugas SQL. Iseng-iseng saya SMS Nanda untuk menanyakan tugas tersebut dan ternyata Nanda tidak ke kampus karena dia sakit. Saya tidak tahu secara pasti apa yang menyebabkan dia sakit, mungkin karena kelelahan sebab hari Jum’at belanja di Senen, Sabtu dia bersama saya ke rumah Daus, Minggunya masak untuk teman adiknya karena orang tuanya pergi ke Bima, dan hari Senin dia mengajar Kumon dari siang sampai malam. Atau lantaran memikirkan Robot … ehmm untuk yang itu saya tidak mengetahuinya. Pulangnya ketemu Sherly (anak semester dibawahku) dan pulang bareng dengannya.

2008-07-09
Rabu, 9 Juli 2008
Di kampus ada Ujian Matakuliah Utama (UMU) yang mewajibkan semua mahasiswanya untuk mengenakan kemeja putih dan celana panjang sedangkan untuk wanitanya mengenakan rok hitam. Saya melihat Nanda yang sepertinya sudah agak membaik. Seperti biasa saya mengantarkan Nanda dan yang lainnya hingga ke gerbong kereta Tangerang dan terus berharap agar dapat berjumpa dengan Rahma. Saya turun di Kampung Bandan dan ternyata bareng lagi dengan Sherly yang turun di Sentiong. Malamnya saya kerumah Pak Budi untuk memberantas virus Amburadul, virus tersebut hanya menyerang file dengan ekstensialnya JPEG yang di ubah jadi exe sehingga untuk file tersebut tidak bisa dibuka. Hal ini mendadak karena sebelumnya saya tidak diberitahukan dan disuruh bapakku ketika sudah sampai di parkiran penitipan motor. Ya sudah akhirnya gagal tapi saya menjanjikan bahwa hari sabtu saya akan kembali.

2008-07-10
Kamis, 10 Juli 2008
Masih berurusan dengan tugas SQL dan buat janji sama Amin ke Bekasi untuk memberantas virus tersebut.

2008-07-11
Jum’at, 11 Juli 2008
Hingga hari terakhir pengumpulan tugas, saya belum juga menyelesaikannya. Seperti biasa saya mengerjakannya dirumah Amin. Bhirawa juga datang sekitar jam 10.30 yang berjanji kepadaku untuk datang jam 8 pagi. Sehabis Sholat Jum’at kami berngakat ke kampus. Di kampus bertemu Nanda yang terakhir kali sebab besoknya sampai hari pertama masuk kuliah Nanda tidak ke kampus lagi. Saya beserta yang lainnya sibuk menegerjakan tugas dan akhirnya selesai meskipun tidak maksimal.
Akhirnya saya dan Bhirawa nongkrong di Beos (sebutan Stasiun Kota) sebab kami sudah lama tidak nongkrong lagi. Dalam hal ini kami bebas membicarakan apa saja mulai dari politik, buku, hingga perempuan terlebih soal Rahma. Tak disengaja kami melihat Eron yang katanya habis dari Matraman. Karena sudah sore saya berpisah dengan Bhirawa, dan ketemu lagi dengan Sherly. Kami naik kereta patas Purwakarta sebab KRL nya belum tiba juga.

2008-07-12
Sabtu, 12 Juli 2008
Pagi-pagi kerumah Amin untuk menjemputnya ke Bekasi. Sekitar jam 11 siang kami jalan, kami naik dari Stasiun Kampung Bandan dan lagi-lagi bertemu Eron yang mengaku habis dari Matraman. Akhirnya kami naik KRL yang jam 12.50 keretanya sepi dan kami bia duduk.
Sebelum sampai di rumah Pak Budi motorku ada sedikit masalah, “Ngga motor lu, ngga motornya Rahman. Setiap gue naikin selalu aja mogok” ujar Amin. Akhirnya sampai juga sekitar pukul 14.15 dan langsung berkutat pada komputer. Seharusnya kami bisa pulang pada jam 7 malam tapi karena kesalahan Amin, virus tersebut kembali menyerang kembali dan terpaksa langkah yang sudah di tempuh kini harus di ulangi. Untuk mengisi waktu sengga dan menyejukkan mata, saya duduk santai di plataran atas sambil SMS dengan Nanda yang berisi:
“Nanda apa kabar, gimana si BJG udah lupa blom?”. BJG adalah panggilan untuk si robot tersebut.
lalu dibalas “Udah jangan bicara tentang BJG gw udah muak, lagi dimana lu?”
“Ya sudah, saya lg di rumah teman sama amin benerin pc. Salam ya buat Rahma”
“Jangan beraninya cuma salam2 doang datang dong kerumahnya?” begitulah Nanda membalasnya
“Ok saya maen ke TNG ke rumah u lalu ke rumah Rahma?”.
Dan di balas “Boleh aja tapi sebaiknya lu sama fikri aja, secara dia kan yang ngenalin lu ama Rahma.”
“Saya sebal sama fikri, dia ga ngerti keinginan saya”
Dan saya kembali menemani Amin untuk melihatnya dan memberi sedikit masukan
kemudian Nanda SMS “Udah ya gw mau bobo nih”, lalu saya balas “Selamat bobo semoga mimpi indah malam ini”
Jam menunjukan pukul 10.30 dan semua kerjaan telah selesai, akhirnya kami pulang kerumah.
Setelah tiba dirumah saya, Amin masih saya suruh untuk menginstal OS karena bermasalah. Kami berdua tidur pukul 01.00.

2008-07-13
Minggu, 13 Juli 2008
Pagi harinya saya ajak Amin jalan-jalan ke danau Duta Harapan, disana kami hanya berputar mengelilingi danau dan melihat-lihat cewe. Di perjalanan sebelum pulang kerumah kami meliahat terlebih dahulu pemotongan sapi.
Sampai dirumah kami makan nasi goreng yang telah tersediakan, dan tidak lama kemudian kamipun tertidur. Pada pukul 11 siang kami bangun lalu mandi dan bergegas untuk bernagkat ke Cibitung, tapi sebelumnya kami makan siang dahulu. Sampai di Stasiun Bekasi pukul 12.00 dan kami sholat di Masjid hijau depan RSUD Kota Bekasi. Setelah sholat kami naik kendaraan ELF menuju Cibitung dengan tarif Rp. 4.000. Kami pun turun di Ramayana Cibitung dan menanyakan kepada warga setempat dengan patokan Masjid Andini, kamipun menurut saja katika diberitahukan. Kami berjalan jauh sekali hingga melewati peternakan sapi dan kerbau, bau kotorannya pun menyengat hidung. Ada hal yang aneh dan langka, kami melihat bangkai sapi yang terkapar begitu saja hingga dikerumuni oleh lalat mungkin sapi tersebut mati tertabrak oleh Truk penganggkut sapi. Kami pun bingung harga daging sapi sekilo saja mahal kok sampai ada sapi yang sebesar itu tergeletak tak bernyawa.
Ternyata kami tak menemukan dimana rumah temannya Amin, akhirnya ditelpon bahwa tempat kami berada itu terlewat jauh dan dia mendatangi kami. Tiba juga di rumahnya, selama 2 jam Amin dan kawannya yang berjenis kelamin perempuan saling bernostalgia tentang masa-masanya di Salatiga. Saya pun diam saja. Kami pulang dengan jalan yang berbeda tapi sebelumnya kami sholat di Masjid Andini. Jalan tersebut ternyata lebih dekat dan berada di samping Hino (Pabrik pembuat Bis merk Hino), dari tempat tersebut terlihat Ramayana yang begitu dekat. Kami pun naik ELF menuju Bekasi dan Amin pulang naik kereta dari Stasiun Bekasi.

2008-07-14
Senin, 14 Juli 2008
Ada kerjaan lay-out buku “Keajaiban Cinta Burung Rantau”

2008-07-15
Selasa, 15 Juli 2008
Seharian mengetik buku “Kabar dari Kaki Gunung Leuser”

2008-07-16
Rabu, 16 Juli 2008
Masih dengan mengetik buku “Kabar dari Kaki Gunung Leuser” yang kemarin telah selesai saya ketik setengahnya.

2008-07-17
Kamis, 17 Juli 2008
Sekarang setelah semua ketikan tersebut selesai kini saatnya lay-out buku tersebut.

2008-07-18
Jum’at, 18 Juli 2008
Kerumah amin bawa pc karena sedikit bermasalah dan ada rencana beli mainboard baru beserta RAM 1 Gb. Berhubung Amin ingin pergi bersama Goni ke Cirebon rencana saya tidak jadi. Mereka pun berangkat dan saya sendirian di rumahnya, tak lama kemudian Bhirawa datang menemani hingga sore saja. Kipas prosesornya saya bawa atas usul Bhirawa dan saya pulankan pada hari senin.

2008-07-19
Sabtu, 19 Juli 2008
Masih sedikit memperbaiki lay-out “Keajaiban Cinta Burung Rantau” kemudian di print bersamaan pula dengan “Kabar dari Kaki Gunung Leuser”

2008-07-20
Minggu, 20 Juli 2008
Pengajian remaja di masjid Darussalam membahas tentang Menyelami Makna Ketuhanan

2008-07-21
Senin, 21 Juli 2008
Ke rumah Amin mengembalikan kipas prosesornya sambil bawa pc. Saya beli Mainboard, RAM 1 Gb, VGA Card, dan kipas prosessor seharga Rp. 600.000.
Siangnya Bhirawa datang ketika kami sedang menginstal OS. Sorenya kami bertiga ke Harco Mangga Dua mencari PC dengan spesifikasi minim yaitu Pentium 3 untuk pesanannya Bhirawa. Kira-kira jam 18.30 kami ketempat Amin dengan naik Taksi karena membawa barang yang banyak sekali. Disebabkan rumahnya tak bisa di lalui oleh kendaraan maka kami turun. Amin membawa Cassing dan komponen lainnya. saya memanggul meja komputer yang belum dirakit, wuhhh … berat banget. Bhirawa menenteng Monitor, di sebabkan luas monitor lebih lebar dari pada meja komputer yang berbentuk persegi panjang maka bhirawa pun terengah-engah membawanya, hahaha….
Saya pulangĀ  pukul 19.15 karena harus menginstal pentim 3 tersebut dahulu, saya pulang dari Stasiun Kota naik AC Ekonomi jam 20.00 dengan membawa PC. Didalam gerbong terdengar alunan musik Andara & Backbone dengan judul Sempurna. Begini liriknya
Kau begitu sempurna dimataku kau begitu indah, kau membuat diriku hanya untuk memujamu…
Jadi semakin ingat Rahma yang saya cintai….

2008-07-22
Selasa, 22 Juli 2008
Dirumah mencoba Mainboard baru, malamnya Alex menelpon yang ingin beli VGA Card dengan harga Rp. 150.000 tapi saya minta dengan harga Rp. 200.000. Maklum tawar menawar dahulu.

2008-07-23
Rabu, 23 Juli 2008
Ke kampus dan bertemu Alex untuk berbicara lebih lanjut tentang pembelian VGA Card tersebut.

2008-07-24
Kamis, 24 Juli 2008
Akhirnya saya jual dengan harga Rp. 150.000 kepada Alex.

Oktober 13, 2008 Ditulis oleh rahasiamawar | sebuah cerita harian | | No Comments Yet