dari sebuah lubuk hati terdalam
Cinta, memang dalam urusan yang satu ini saya tidak bisa untuk berjalan berdampingan. Selalu gagal, entah karena tidak dicintai atau diabaikan begitu saja dengan wanita.. hahaa. Maklum mungkin karena sifat pendiam saya sehingga membuat para wanita merasa jenuh dengan saya.
Sifat pendiam saya tidak bisa dirubah dengan begitu saja. Karena memang sudah dari kecil saya itu pemalu, terlebih kalau berdekatan dengan wanita. Ada rasa grogi dan takut untuk berbicara maupun bertatapan muka.
Sebenarnya saya pernah menyukai beberapa wanita dalam hidup saya sampai saat ini. Tapi tidak lebih dari hitungan jari tangan.. Mungkin tak kurang dari lima jari, hahaa…
Cinta pertama saya ketika saya beranjak dewasa adalah Rachmah. Saya kenal dia di kereta KRL jurusan Tangerang di Ramadhan tahun 2007. Proses kenalnya saja dikenalkan oleh salah seorang teman saya. Durasi untuk sebuah pertemuan tak lebih dari 15 menit dari dua sampai tiga hari seminggu. Itupun bertemunya di kereta.
Dan yang lebih parahnya lagi, saat itu saya tak memiliki alat komunikasi atau HandPhone. Jadi sangat sulit untuk berinteraksi dengan dia.
Di waktu-waktu pertemuan saja, tak banyak kata yang saya keluarkan. Paling hanya berbicara masalah sepak bola. Dia paling suka dengan Kesebelasan Jerman dan Klub Chelsea. Tak banyak yg saya mengerti tentang sifatnya, karena saya sendiri berjumpa dia hanya beberapa bulan saja. Hingga kini saya masih sering komunikasi dengan dia.
Ain, adalah wanita kedua yg saya kagumi.. berjumpa saat ada festival Japan. Waktu itu di tanggal 27 Maret 2007, selepas hari itu saya tak berjumpa lama dengan dia hingga di pertengahan 2008. Dan mulai ketemu lagi karena suatu kisah yaitu novel Twilight. Dia suka akan vampire, tak tau kenapa bisa suka akan mahluk yg menakutkan itu. Sebenarnya saya cuma mengaguminya saja, dan tak lebih. Sekarang keberadaan dia sendiri tak tau ada dimana, hahaa..
Dan ini adalah kisah cinta saya yang terhebat, yaitu saat bersama Nuryani. Bertemu di Ramadhan 2009 atau lebih tepat pada tanggal 13 september 2009. Saat ada suatu acara ulang tahun di sebuah restoran capat saji yang bermottokan “harga kaki lima, rasa bintang lima” di Gajah mada Plaza, Jakbar.
Dia agak tomboy tapi sifat kewanitaannya masih tetap melekat. Banyak yang mengatakan kalau saya dengan dia itu mirip, entah darimana statment kemiripan itu bisa terucap. Tapi saya berharap dia jodoh saya.. amiennn..
Dan di saat tulisan ini saya buat, dia lagi marah besar masalah gosip, saya sendiri tak tau gosip apa yg terjadi. tapi yang bisa saya tangkap adalah karena ibu dari teman saya selalu bertanya terus akan Nuryani, kenapa bertamu ga sama dia. Kenapa saya seorang diri yang bertamu. Kenapa saya yang di persalahkan oleh dia? Toh kenyataannya bukan saya yang mengucapkannya. Saya cuma di tanyai oleh ibu teman saya tersebut.
“Kok kesininya ga sama adenya?”
saya pikir ade kandung saya.. Tapi..
dan lama saya menangkap bahwa di balik makna kata “ade” itu adalah Nuryani.
Dan ibu teman saya itu cuma tersenyum saja ketika saya mengetahui makna tersebut.
Kenapa saya yang salah?
Toh kalau dia mencintai saya dengan tulus maka saya akan lebih mencintainya. Karena selama ini saya benar-benar cinta dan sayang dia. Dan dia adalah pilihan saya di istiqarah cinta.
Ya, semoga saja, kalau kita berjodoh kita akan dipersatukan dalam ikatan pernikahan dan insya Allah dia akan menjadi bidadari surga untuk saya.
Amienn….
Dari sebuah lubuk hati terdalam..



