bacalah dengan kesungguhan hati

ini duniaku, ini mimpiku dan ini anganku

Bintang senja

Jeritan tangis tak sekeras jerit hati ini
Kesibukan dunia tak sesibuk kecamuk jiwa
Ada yang bergelora di alam mimpi…
Ada yang menyengat disudut ingatan…

Meski mata lelah berkelana…
Mendadak terhampar taman Firdaus…
Saat Bintang senja itu menyapa…
Saat Bintang senja itu menebar senyum…

Malam merajut gelap
Dan desir angin membisikan kerinduan…
Aku teringat senja itu.
Hingga kini aku merasakan setiap detir nadi membisikan namamu…..

Bintang senja kemanakah ia gerangan?
Tak sedikitpun ia meninggalkan jejak,
Juga bayang… siang atau malam.
Adakah rindu ini harus kugenggam,
Hingga esok hari kujelang…

Dengarlah wahai bintang senja..
Dengarlah wahai bintang senja..

untuk Nuryani

dari myFacebook

September 29, 2009 - Ditulis oleh rahasiamawar | puisi mawar | | 1 Komentar

1 Komentar »

  1. [...] Eva pernah mengirimkan tulisan kepada saya atas balasan puisi saya yaitu Bintang Senja di catatan Facebook, yaitu: Rindu dan keindahan nyata dipelupuk mata saat harap hadir beserta [...]

    Ping balik oleh Hati « bacalah dengan kesungguhan hati | Oktober 4, 2009 | Balas


Tinggalkan komentar