Bintang senja
Jeritan tangis tak sekeras jerit hati ini
Kesibukan dunia tak sesibuk kecamuk jiwa
Ada yang bergelora di alam mimpi…
Ada yang menyengat disudut ingatan…
Meski mata lelah berkelana…
Mendadak terhampar taman Firdaus…
Saat Bintang senja itu menyapa…
Saat Bintang senja itu menebar senyum…
Malam merajut gelap
Dan desir angin membisikan kerinduan…
Aku teringat senja itu.
Hingga kini aku merasakan setiap detir nadi membisikan namamu…..
Bintang senja kemanakah ia gerangan?
Tak sedikitpun ia meninggalkan jejak,
Juga bayang… siang atau malam.
Adakah rindu ini harus kugenggam,
Hingga esok hari kujelang…
Dengarlah wahai bintang senja..
Dengarlah wahai bintang senja..
untuk Nuryani
dari myFacebook
Mencintai, mengharapkan, berusaha, dan senantiasa selalu bersemangat menghadapi setiap masalah dengan segala daya dan upaya. Ku coba selalu tersenyum walau kenyataan pahit yang ku terima. Mengangkat kepala yang tertunduk malu dari segala cemooh orang banyak.


[...] Eva pernah mengirimkan tulisan kepada saya atas balasan puisi saya yaitu Bintang Senja di catatan Facebook, yaitu: Rindu dan keindahan nyata dipelupuk mata saat harap hadir beserta [...]