dengan sepenuh kekagumanDikehidupan baru saya telah menempuh perjalanan panjang. Melewati lorong-lorong kereta. Melewati jalan-jalan dunia. Melewati bukit dan gunung. Melewati laut dan sungai. Melewati jurang dan ngarai. Pada lembah terdalam saya terhenti dalam pencarian karena disana ada Rahma.
Angin mendedas bertiup lewat kisi-kisi jendela dan lubang ventilasi yang menerpa jiwa kerinduan. Suara-suara malam bermain dengan kesedihan yang fana. Dan saya terbenam dalam diam memikirkan Rahma.
Pada kebisuan sekitar dan warna senja. Pada kediam-diaman yang kata orang membosankan. Bagiku mata adalah bahasa sejuta percakapan,sejuta pertanyaan, dan sejuta jawaban.
Dan ketika langkah kaki keluar dari gerong-gerbong Shinkanzen terasa ada sesuatu yang menganjal dan sesuatu yang hilang dihati. Dan dari luar saya hanya bisa mengamati kembali Shinkanzen melaju deras hingga hilang didepan mata. Tetapi tidak untuk hati ini…
Sebab saya pilih Rahma dari yang banyak
Mencintai, mengharapkan, berusaha, dan senantiasa selalu bersemangat menghadapi setiap masalah dengan segala daya dan upaya. Ku coba selalu tersenyum walau kenyataan pahit yang ku terima. Mengangkat kepala yang tertunduk malu dari segala cemooh orang banyak.

